KOMPOS - UNHAS

KOMUNITAS MAHASISWA PERTANIAN ORGANIK DAN SAINS

Dalam Segala Hal yang Kita Lakukan Awali Semua dengan DOA

Dalam Segala Hal yang Kita Lakukan Awali Semua dengan DOA
saya
Tampilkan postingan dengan label Bioteknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bioteknologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 April 2014

GENETIKA TANAMAN / PLANT GENETIC



1.  PENDAHULUAN
Sejak manusia mulai membudidayakan tanaman selalu diharapkan hasil terbaik dan tanamannya, baik melalui pemeliharaan maupun pemilihan benih untuk ditanam pada generasi berikutnya. Hasil baik akan menguntungkan penanamannya baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan lain. Sedang semua manusia tidak dapat terlepas dari produksi tanaman. Secara langsung menggunakan sebagai makanan, pakaian dan keindahan sedang secara tidak langsung melalui produksi ternak atau lainnya yang juga tergan­tung dari tanaman.
Mengingat pentingnya tanaman bagi manusia maka orang selalu mencari cara untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin dari tanaman yang diusaha­kan. Cara ini dapat ditempuh dengan teknik bercocok tanam yang baik dan dengan cara peningkatan kemampuan berproduksi sesuai dengan harapan manusia.  Perbaikan bercocok tanam dapat diartikan sebagai usaha untuk men­ciptakan lingkungan disekitar tanaman agar dapat tumbuh dengan baik sehingga diperoleh hasil optimal. Sedang peningkatan kemampuan tanaman dapat diartikan suatu usaha untuk merubah sifat tanaman agar diperoleh tanaman yang lebih unggul daripada jenis atau varietas yang sudah ada dan usaha ini disebut pemuliaan tanaman.

MIKORIZA Dan ENDOMIKORIZA



Mikoriza
Istilah mikoriza diambil dari Bahasa Yunani yang secara harfiah berarti jamur (mykos = miko) dan akar (rhiza). Jamur ini membentuk simbiosa mutualisme antara jamur dan akar tumbuhan. Jamur memperoleh karbohidrat dalam bentuk gula sederhana (glukosa) dari tumbuhan. Sebaliknya, jamur menyalurkan air dan hara tanah untuk tumbuhan. Mikoriza merupakan jamur yang hidup secara bersimbiosis dengan sistem perakaran tanaman tingkat tinggi. Walau ada juga yang bersimbiosis dengan rizoid (akar semu) jamur. Asosiasi antara akar tanaman dengan jamur ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi tanah dan tanaman inang yang merupakan tempat jamur tersebut tumbuh dan berkembang biak. Jamur mikoriza berperan untuk meningkatkan ketahanan hidup bibit terhadap penyakit dan meningkatkan pertumbuhan (Hesti L dan Tata, 2009).

Kamis, 10 April 2014

LAPORAN KULTUR JARINGAN / TISSUE CULTURE REPORT



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang              
Kultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.Kultur jaringan akan lebih besar presentase keberhasilannya bila menggunakan jaringan meristem. Jaringan meristem adalah jaringan muda, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu membelah, dinding tipis, plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil. Kebanyakan orang menggunakan jaringan ini untuk tissue culture. Sebab, jaringan meristem keadaannya selalu membelah, sehingga diperkirakan mempunyai zat hormon yang mengatur pembelahan.

MIKORIZA ARBUSKULA (MA) / arbuscular mycorrhizal



                                         Jamur Mikoriza Arbuskula (MA)
Rizosfer tanah adalah lingkungan yang sangat menarik dan rumit sekitar akar tanaman. Ada berbagai jenis mikroorganisme yang sangat banyak dalam rizosfer tanah berinteraksi dengan mikroba lain dan dengan akar tanaman. Sifat-sifat tanah rizosfer membuatnya menjadi daerah yang unik dan aktif. Aktivitas dan interaksi mikroorganisme rhizotrophik bisa sangat besar pengaruhnya terhadap kondisi tanah, pertumbuhan tanaman dan kegiatan mikroorganisme. Jamur MA adalah salah satu mikroba utama tanah yang membentuk asosiasi dengan kebanyakan tanaman dan berperan penting terhadap penyerapan Fosfor (P). 

Selasa, 08 April 2014

MOL (MikroOrganisme Lokal)

        Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik atau sebagai dekomposer dan sebagai aktivator/ atau tambahan Nutrisi bagi tumbuhan yang disengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.

Sabtu, 15 Maret 2014

Pemanfaatan Bioteknologi Pertanian Berwawasan Pertanian



IRONI NEGARA AGARARIS DAN PELUANG PEMANFAATAN BIOTEKNOLOGI UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN YANG TANGGUH DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN 

1. Bioteknologi Menawarkan Pemecahan Masalah Pertanian
            Karl Ereky, seorang insinyur Hongaria pada tahun 1917 pertama kali memperkenalkan istilah bioteknologi, yang berasal dari dua kata, yaitu ‘bio’ yang berarti mahkluk hidup dan ‘teknologi’ yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Dari panduan kata tersebut bioteknologi didefenisikan sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan/ atau molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa (European Federation of Biotechnology 1989). Bahkan bagi para idustriawan dan pebisnis di negara maju, bioteknologi sering didefenisikan sebagai “Making a lot of bucks from bugs” yang dapat diartikan mengusahakan sesuatu yang sebelumnya tidak berharga menjadi produk bernilai tinggi.
            Sejak ribuan tahun , nenek moyang telah memanfaatkan mikroba untuk membuat produk-produk berguna seperti tempe, tape, kecap, dsbnya. Mikroba juga telah dimanfaatkan secara intensif untuk membersihkan dan mendekomposisi limbah dan kotoran. Dalam bidang medis, vaksin-vaksin tertentu dibuat dari virus atau bakteri yang telah dilemahkan. Bioteknologi memiliki gradien perkembangan teknologi, yang dimulai dari penerapan bioteknologi tradisional yang telah lama dan secara luas dimanfaatkan, hingga teknik-teknik baru yang terus menerus berevolusi.
            Bioteknologi dapat berupa teknik yang sederhana seperti fermentasi tempe atau memerlukan teknik-teknik yang rumit dengan biaya besar seperti rekayasa genetik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merakit produk bioteknologi untuk diaplikasikan di pedesaan adalah serumit apapun proses perakitannya hasil akhir dari proses tersebut harus sederhana mungkin (user friendly). Bagi petani hal terpenting adalah bahwa aplikasi bioteknologi dapat menciptakan efisiensi dan peningkatan keuntungan usaha taninya.