KOMPOS - UNHAS

KOMUNITAS MAHASISWA PERTANIAN ORGANIK DAN SAINS

Dalam Segala Hal yang Kita Lakukan Awali Semua dengan DOA

Dalam Segala Hal yang Kita Lakukan Awali Semua dengan DOA
saya

Minggu, 16 Maret 2014

Konsepsi Tanah



PENGERTIAN TANAH

      1.      Pendekatan Geologi (Akhir Abad XIX)
      Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit(lapisan partikel halus).

      2.      Pendekatan Pedologi (Dokuchaev 1870)
            Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari material induk yang telah mengalami proses lanjut, karena perubahan alami dibawah pengaruh air, udara, dan macam - macam organisme baik yang masih hidup maupun yang telah mati. Tingkat perubahan terlihat pada komposisi, struktur dan warna hasil pelapukan.

Sabtu, 15 Maret 2014

Peningkatan Produktivitas Tanaman melalui Pengelolaan OPT Berbasis Ramah Lingkungan



PENGELOLAAN ORGANISME PENGANGGU TANAMAN (OPT) KE DEPAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN  

Isu kualitas produk, keamanan pangan lingkungan semakin menjadi perhatian dibandingkan isu kuantitas, hal ini disebabkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan. Konsumen menginginkan produk-produk pertanian yang sehat dan aman dikonsumsi, alami dan mempunyai kandungan gizi yang memenuhi persyaratan untuk menunjang kesehatan. Disamping itu isu pelestarian lingkungan saat ini juga sangat kuat sehingga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehingga segala usaha atau tindakan kita terutama dalam praktek budidaya pertanian menjadi hal yang sangat penting. Disatu sisi, sebagian besar penduduk Indonesia memiliki mata pencaharian dalam bidang pertanian, sehingga segala upaya kita lakukan untuk memperthankan atau meningkatkan produksi pertanian mulai dari pemakaian pupuk anorganik yang berlebihan sampai pada pemakaian pestisida yang intensif guna menghindari serangan organisme pengganggu tanaman. Hal ini dilakukan karena ketakutan yang berlebihan terhadap kemungkinan gagal panen.

Rehabilitasi dan Peremajaan Tanaman Kakao dengan menggunakan Metode NASARUDDIN



PEMANFAATAN BIBIT KAKAO KLONAL BERMIKORIZA DAN METODE PEREMAJAAN/ REHABILITASI TANAMAN UNTUK MENGANTISIPASI DAMPAK KEKERINGAN 

            Kakao merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang telah memberikan sumbangan devisa bagi negara. Kakao merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan mampu diandalkan sebagai komoditas perkebunan yang dapat memperbaiki perekonomian masyarakat. Didaerah sentra produksi, kakao telah menjadi komoditas sosial setelah padi, tetapi saat ini sebahagian besar patani membiarkan tanaman tumbuh tanapa perawatan sama sekali dan cenderung putus asa akibat penurunan produktivitas tanaman dan tingginya tingkat serangan OPT. Luas perkebunan kakao Indonesia pada tahun 2009 tercatat 1.475.343 ha dan sebagian besar (93,04%) dikelolah oleh rakyat. Sejak tahun 2010, Indonesia merupakan negara dengan luas pertanaman kakao ke 4 dunia dengan total areal 1.587.136 ha dan menempati urutan terbesar ke-2 penghasil kakao dunia dengan total produksi 877.296 ton, tapi produktifitas dan mutunya masih sangat rendah. Rata-rata produktifitasnya hanya 535,17 kg/ha, Sulawesi selatan merupakan salah satu sentra produksi utama kakao indonesia. Areal pertanaman Kakao sulawesi Selatan pada tahun 2009 sekitar 263.153,05 dan pada akhir tahun 2010 mengalami penurunan menjaddi 262.542 ha dengan produksi sekitar 163.001,47 ton.